Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sman1pb/public_html/djonny/wp-settings.php on line 468

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sman1pb/public_html/djonny/wp-settings.php on line 483

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sman1pb/public_html/djonny/wp-settings.php on line 490

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sman1pb/public_html/djonny/wp-settings.php on line 526

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sman1pb/public_html/djonny/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sman1pb/public_html/djonny/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sman1pb/public_html/djonny/wp-includes/theme.php on line 618
Pendidikan Seni Rupa » Gambar Wayang

Archive for the ‘Gambar Wayang’ Category

10
Sep

Wayang Aksara W

   Posted by: admin

Wasista - Solo

BAMBANG WISANGGENI adalah putra Arjuna, salah satu dari lima satria Pandawa, dengan Dewi Dresanala, putri Bathara Brahma dari permaisuri Dewi Sarasyati.
Wisanggeni lahir di Kahyangan Daksinageni, kahyangannya Bathara Brahma, saat Arjuna menjadi raja di Kahyangan Kainderan bergelar Prabu Karitin.
Wisanggeni lahir berwujud gumpalan api yang menyala, kemudian menjadi anak yang luar biasa, baik kecerdikannya, kepandaiannya, maupun kesaktiaanya.
Sedangkan menurut pedalangan Jawa, Wisanggeni lahir di pertapaan Kendalisada, tempat Resi Mayangkara/Anoman.
Wisanggeni berwajah tampan dan berwatak sangat bersahaja, Kepada siapa pun ia selalu nungkak Kromo (Jawa), ngoko/tidak bisa berbahasa halus, walau kepada Sanghyang Wenang sekalipun.
Wisanggeni mempunyai 13 orang saudara lain ibu, bernama; Abimanyu, Sumitra, Bratalaras, Bambang Irawan, Kumaladewa, Kumalasakti, Wilugangga, Endang Pregiwa, Endang Pregiwati, Prabakusuma, Wijanarka, Antakadewa dan Bambang Sumbada.
Wisanggeni menikah dengan Dewi Mustikawati, putri Prabu Mustikadarma, raja negara Sonyapura.
Akhir riwayatnya diceritakan, ia mati moksa/lenyap dengan raganya atas kehendak Sanghyang Wenang, menjelang perang Bharatayuda.

Wisata - Solo

Wratsangka - Solo

ARYA WRATSANGKA atau Arya Sangka adalah putra ketiga Prabu Matswapati/Durgandana, raja negara Wirata dengan permaisuri Dewi Ni Yutisnawati/Rekatawati, putri angkat Resi Palasara dengan Dewi Durgandini.
Arya Wratsangka mempunyai tiga orang saudara kandung masing -masing bernama ; Arya Seta, Arya Utara dan Dewi Utari.
Arya Wratsangka adalah kesatria yang gagah berani, cerdik pandai, tangkas dan mahir mempergunakan senjata panah.
Arya Wratsangka seorang satria yang selalu memegang teguh rasa keperwiraannnya.
Arya Wratsangka menikah dengan Dewi Sindusari, putri Prabu Tasikraja, raja negara Tasikretna, Arya Wratsangka mempunyai tempat kediaman di kesatrian Cemaratunggal.
Arya Wratsangka menikah dengan Dewi Sindusari, putri Prabu Tasikraja, raja negara Tasikretna.
Arya Wratsangka menikah berbarengan dengan kakaknya, Arya Utara yang menikah dengan Dewi Tirtawati, kakak Dewi Sindusari setelah mereka berhasil membunuh Arya Girikusuma dan ayahnya Prabu Prawata dari negara Bulukapitu.
Ketika pecah perang Bharatayuda antara keluarga Pandawa dan Kurawa, Arya Wratsangka terjun ke medan perang sebagai senapati Pandawa, mendampingi Senapati Agung, Resi Seta.
Dalam pertempuran itu ia gugur oleh Resi Durna yang mempergunakan senjata pusakanya Kiai Cundamanik.

9
Sep

Wayang Aksara Y

   Posted by: admin

Yamadipati - Solo


Yamawidura - Solo


Yudhistira - Solo

PRABU YUDHISTIRA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja jin negara Mertani, sebuah Kerajaan Siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker.
Prabu Yudhistira mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama ; Arya Danduwacana, yang menguasai kesatrian Jodipati dan Arya Dananjaya yang menguasai kesatrian Madukara.
Prabu Yudhistira juga mempunyai dua saudara kembar lain ibu, yaitu ; Ditya Sapujagad bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar, dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun.
Prabu Yudhistira menikah dengan Dewi Rahina, putri Prabu Kumbala, raja jin negara Madukara dengan permaisuri Dewi Sumirat.
Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri bernama Dewi Ratri, yang kemudian menjadi istri Arjuna.
Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian Bagawan Wilwuk/Wilawuk, naga bersayap dari pertapaan Pringcendani.
Prabu Yudhistira kemudian menyerahkan seluruh negara beserta istrinya kepada Puntadewa, sulung Pandawa, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti.
Prabu Yudhistira kemudian menjelma/ menyatu dalam tubuh Puntadewa, hingga Puntadewa bergelar Prabu Yudhistira.

Yuyutsu - Solo

ARYA YUYUTSU adalah putra kedua Arya Widura/Yamawidura, putra Prabu Kresnadwipayana/Bagawan Abiyasa, raja negara Astina dari permaisuri Dewi Ambiki/Ambalika, dengan Dewi Padmarini, putra Prabu Dipasandra.
Arya Yuyutsu mempunyai kakak kandung bernama Arya Sanjaya.
Arya Yuyutsuh berwajah tampan.
Arya Yuyutsu mempunyai sifat dan perwatakan ; pemberani, jujur, setia dan teguh dalam pendirian.
Arya Yuyutsu tinggal di kesatrian Panggombakan (bagian belakang keraton Astina) bersama kedua orang tuanya.
Arya Yuyutsuh menikah dengan Dewi Aditi dan berputra dua orang masimg-masing bernama Arya Sunjaya dan Arya Subrasta.
Ketika pecah perang Bharatayuda, Arya Yuyutsuh dan putranya Arya Sunjaya mengambil sikap memihak pada keluarga Pandawa.
Sedangkan Arya Subrasta berpihak pada keluarga Kurawa. Yuyutsuh dan Arya Sunjaya tewas dalam peperangan melawan Adipati Karna, raja negara Awangga.
Sedangkan Arya Subrasta tewas oleh Abimanyu putra Arjuna dengan Dewi Sumbadra.